Ticker

6/recent/ticker-posts

Aliansi BEM Banyumas Raya Gelar Aksi, 5 Tuntutan dan Serukan "Gulingkan Prabowo-Gibran"

 

(Bupati Banyumas hadir dalam aksi 5 tuntutan dan seruan gulingkan Prabowo Gibran. Sabtu (13/06).  dok: LPM Obsesi)

Purwokerto – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banyumas Raya menggelar unjuk rasa di depan Pendopo Si Panji Kabupaten Banyumas, Sabtu (13/06/2026) pukul 15.43 WIB. Massa menuntut efisiensi anggaran negara hingga mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatan.

Sebelum bergerak ke titik aksi, Puluhan massa aksi dengan almamater yang berbeda terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Purwanegara, dekat Polres Banyumas dan Universitas Wijayakusuma Unwiku. Mereka mulai berjalan menuju ke lokasi aksi pada pukul 15.43 hingga memadati ruas jalan dan dimulai dengan konsolidasi terbuka menyuarakan orasi – orasi perjuangan.

Wakil Presiden BEM Telkom sekaligus Koordinator Lapangan aksi, Adrian Syarmonte, menyebut aksi dilatarbelakangi oleh kondisi nasional yang dinilai tidak baik-baik saja dan sebelum keberangkatan ini harus melakukan konsolidasi terlebih dahulu dalam memetakan isu yang ingin disampaikan.

“Yang pertama, harapan kami tentu apa yang kami sampaikan per hari ini, itu dapat didengar dan disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten/Daerah maupun DPRD Daerah kepada pihak pusat melalui kajian-kajian yang konkret dan komprehensif tentunya, Kedua, kegiatan ini dapat menjadi sebuah pemberitahuan kepada masyarakat sipil maupun mahasiswa bahwasanya keadaan negara kita sedang tidak baik-baik saja dan perlu ada sebuah aksi dalam memberikan tuntutan kepada pemerintah selaku pemegang kekuasaan di negara kita ini”. ucap Adrian

(Sikap protes keras dengan pembakaran ban di depan gedung Bupati Banyumas.  Dok: LPM Obsesi) 

Azza Pramudika selaku Presiden BEM Unsoed 2026 juga berharap walaupun di hari libur, tetapi rekomendasi tuntutan ke nasional itu harus ada, dengan melewati sikap dari DPRD itu sendiri. Selain itu juga, ia menuturkan tuntutan yang disuarakan dalam unjuk rasa ini.

 “Pertama pastinya kita berbicara anggaran fiskal yang tidak terukur pastinya, dan menyebabkan adanya krisis ekonomi yang luar biasa. Kenaikan BBM, kenaikan harga pokok, dan kita menuntut coba pemerintah Indonesia rezim hari ini memperehemat lagi anggaran fiskal, dan menghentikan program-program yang tidak bermutu. Contohnya makan bergizi gratis, Operasi Desa Merah Putih yang katanya akan dijalankan”. ucap Azza.

Unjuk rasa ini lahir dari adanya keresahan tentang ekonomi yang sudah tidak bisa di tolerir lagi. Pemerintah telah membuat ulah mulai dari naiknya harga BBM dan bahan pokok terhadap mahasiswa yang membuat uang jajan mereka berkurang. Maka tersuarakannya beberapa tuntutan yang telah tersampaikan ke Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.

Jumlah massa yang hadir pada aksi kali ini mencapai lebih dari 200 orang, dan berhasil memasuki pendopo Si Panji untuk menyampaikan tuntutan aksi walaupun sebelumnya sempat terhalang karena berikade pengamanan diambil alih aparat tentara dan polisi.

Penulis: Putri Wulan Brigantari

Reporter: Abdurrahman Al Labib, Ahmad Zubair, Alwa Shofwah,  Mohammad Athaya Sofwa, Parhatun Nisa, Putri Wulan Brigantari, Salma Nur Azizah, Syahla Nabilah, Tolhah Ahmad

Editor: Alwa Shofwah

 

Posting Komentar

0 Komentar