Ticker

6/recent/ticker-posts

Sedang Tayang di Bioskop! Novel Laut Becerita Diadaptasi Menjadi Film Panjang


(Novel Best Seller karya Leila S. Chudori, Laut Bercerita yang Mengisahkan Perjalanan Biru Laut Dalam Melawan Rezim Pemerintahan. sumber: kognisia.com)

Sejarah bukan hanya tentang apa yang pernah terjadi, tetapi juga tentang siapa saja yang harus menanggung akibatnya, di balik peristiwa politik yang tercatat dalam sejarah Indonesia, terdapat kisah manusia yang kehilangan kebebasan, keluarga yang kehilangan orang terkasih, serta perjuangan yang belum menemukan akhir.

Leila S. Chudori menghadirkan melalui novel yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) pada 2017, yaitu Laut Bercerita. Buku tersebut menjadi gambaran mengenai perjuangan masyarakat sipil dalam meraih keadilan dan kebebasan di tengah situasi politik yang penuh tekanan.

Cerita berpusat pada Biru Laut, seorang mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial dan politik di sekitarnya. Bersama teman-temannya, Laut aktif dalam kelompok diskusi dan gerakan mahasiswa, mereka berusaha menyuarakan keresahan masyarakat serta memperjuangkan kebebasan dan keadilan.

Namun, perjuangan tersebut tidak berjalan mudah, aktivitas yang mereka lakukan membuat kehidupan para aktivis berada dalam tekanan, mereka harus menghadapi berbagai ancaman hingga kehilangan kebebasan. Di tengah situasi tersebut, persahabatan yang terjalin menjadi salah satu kekuatan untuk terus bertahan.

Kisah kemudian membawa pembaca pada kenyataan pahit yang dialami Laut dan teman-temannya. Peristiwa penculikan aktivis menjadi bagian penting dalam novel ini, ada orang-orang yang kembali, tetapi ada pula yang tidak pernah diketahui keberadaannya, kehilangan tersebut bukan hanya dirasakan oleh para aktivis, melainkan juga oleh keluarga yang terus menunggu kepulangan orang-orang tercinta.

Novel ini memiliki alur yang cukup berat karena mengangkat persoalan sejarah dan politik, beberapa bagian juga membutuhkan konsentrasi lebih untuk memahami hubungan antartokoh serta perpindahan sudut pandangnya. Suasana cerita yang emosional mungkin membuat sebagian pembaca merasa kurang nyaman, terutama ketika mengikuti kisah kehilangan yang dialami para tokohnya.

(Press Conference Film Laut Bercerita yang Disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, Mulai Tayang 29 Oktober 2026.  sumber: lifestyle.bisnis.com)

Setelah dikenal melalui novel dan film pendeknya, Laut Bercerita kini hadir dalam bentuk film panjang di layar lebar. Adaptasi ini menjadi kesempatan bagi penonton untuk menyaksikan kisah perjuangan Biru Laut dan kawan-kawannya melalui visual, dialog, serta penggambaran suasana yang lebih nyata.

Film yang disutradarai oleh Yosep Anggi Noen ini mulai tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026, dengan durasi sekitar 135 menit. Film ini juga menghadirkan sejumlah aktor dan aktris ternama, di antaranya Reza Rahadian sebagai Biru Laut, Yunita Siregar sebagai Asmara Jati, Kevin Julio sebagai Daniel, serta Eva Celia sebagai Ratih Anjani.

Salah satu hal menarik dari adaptasi ini adalah bagaimana kisah yang sebelumnya dibangun melalui narasi dan imajinasi pembaca kini diterjemahkan ke dalam bahasa visual. Ekspresi para pemain, suasana tempat, hingga interaksi antar-tokoh memberikan pengalaman berbeda dalam memahami cerita. Namun perlu diketahui bahwa film ini diberi label D17+ atau yang berarti untuk penonton dengan usia 17 tahun ke atas.

Bagi mahasiswa dan generasi muda, karya ini layak untuk dikenal karena memberikan sudut pandang lain dalam memahami sejarah Indonesia. Kisah Biru Laut dan orang-orang di sekitarnya mengingatkan bahwa di balik setiap peristiwa sejarah, terdapat kehidupan manusia yang ikut berubah dan keluarga yang harus menghadapi kehilangan.

Masyarakat Purwokerto dan sekitarnya dapat menikmati hasil akting Reza Rahadian, Eva Celia, dan lainnya melalui bioskop lokal yang sudah mulai menyediakan jadwal tayang sedari tanggal 27 Oktober. Melalui film adaptasi dari tulisan Leila Chudori, penikmat film akan diajak merasakan ketegangan menjadi seorang aktivis yang menghadapi problematikanya. Siapkan tiket dan pop corn untuk menikmati setiap menitnya.

Penulis: Ambar Izzatul Fartihah

Editor: Novandi Ali Akbar, Muhamad Saepul Saputra


Posting Komentar

0 Komentar