PURBALINGGA — Komunitas Sastra, Bahasa, dan
Budaya Indonesia (SABUDAYA) menggelar kegiatan Literasi Gen-Z di dalam Aula
Dakwah Kampus 2 Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto,
Rabu, (28/10/26). Kegiatan dihadiri oleh Rektor Universitas Islam Negeri Prof.
K.H. Saifuddin Zuhri, Prof. Dr. Ridwan M. Ag.
Ketua Komunitas Sabudaya, Muhammad
Sahal Anifan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh
rendahnya minat literasi mahasiswa. Sabudaya berupaya meningkatkan minat
literasi mahasiswa dan masyarakat sekaligus mendorong kemampuan berpikir kritis
dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
“Maka dari itu kami mengadakanlah
kegiatan Gerakan Literasi Gen-Z dalam rangka untuk meningkatkan minat dan bakat
mahasiswa UIN pada khususnya, dan generasi muda di sekitaran UIN pada umumnya,”
ujar Sahal.
Ia juga menyoroti derasnya arus
informasi di media sosial yang menuntut generasi muda untuk lebih cermat dalam
menerima dan menyebarkan informasi. Kemudahan akses informasi menurutnya perlu
diimbangi dengan kemampuan literasi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh
oleh berita yang tidak benar atau hoaks.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini
bisa meningkatkan pemahaman kita terkait pentingnya literasi di arah sekarang
ini dan semoga generasi muda di Indonesia itu bisa lebih kritis terhadap
informasi yang berada di luar sana”
tambahnya.
Kemudian salah satu audiens, Nabil,
mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), menilai literasi
sangat penting bagi generasi Z karena sebagian besar informasi saat ini mudah
diperoleh melalui media sosial. Namun, kebiasaan mengonsumsi konten digital,
terutama video pendek, menjadi salah satu tantangan dalam membangun minat
membaca.
“Dengan adanya literasi, kita dapat
lebih bijak dalam membedakan mana fakta dan mana hoaks,” ujar Nabil.
Setelah mengikuti kegiatan tersebut,
Nabil mengaku memperoleh pemahaman bahwa literasi memiliki makna yang lebih
luas daripada sekadar membaca dan menulis. Ia menambahkan bahwa literasi juga
mencakup kemampuan untuk memahami, mengolah, serta mengevaluasi informasi yang
diterima.
Kegiatan tersebut juga mendapat
dukungan dari Rektor UIN Saizu, Prof. Dr. Ridwan M. Ag, menyampaikan bahwa
penguatan budaya literasi menjadi langkah strategis untuk membangun tradisi
akademik di lingkungan kampus. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan
melalui deklarasi UIN Saizu sebagai Kampus Literasi.
“Karena itu kami dari pimpinan
universitas, rektorat, didukung oleh yang di sini ini dua dekan, Fakultas
Dakwah dan Dekan Saintek, untuk meningkatkan tradisi literasi ini dilembagakan.
Dilembagakan dengan cara menjadikan literasi ini menjadi tradisi akademik yang
hidup,” jelas Ridwan.
Ia menambahkan, pengembangan Kampus
Literasi ke depan akan diarahkan pada penguatan fasilitas pendukung, seperti
perpustakaan, pojok baca, dan layanan perpustakaan digital. Selain itu, kampus
juga berencana menyusun roadmap pengembangan literasi agar program
tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ridwan berharap, penguatan budaya
literasi tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga dosen sebagai bagian dari
civitas akademika dan tradisi membaca yang kuat dapat mendorong lahirnya
karya-karya ilmiah dan meningkatkan prestasi akademik mahasiswa.
Sahal sebagai ketua komunitas juga
berharap kegiatan Gerakan Literasi terhadap Gen-Z dapat berlanjut melalui
komunitas Sabudaya. Para peserta nantinya dapat bergabung dalam grup komunitas
untuk saling berbagi pengetahuan dan memperkuat pemahaman mengenai literasi.
Melalui kegiatan ini, penguatan
budaya literasi diharapkan tidak berhenti pada deklarasi maupun kegiatan
seremonial, tetapi dapat tumbuh menjadi kebiasaan di lingkungan kampus,
harapannya mahasiswa dan generasi muda diharapkan mampu menjadi lebih kritis
dalam menghadapi perkembangan informasi di era digital.
Penulis: Ambar Izzatul Fatihah
Reporter: Ahmad Zubair, Indi Ulyatun Ni'mah
Dokumentasi: Carissa Aqilah Salsabila, Neny Septialestari


0 Komentar