Ticker

6/recent/ticker-posts

Gelar Seminar Gebyar Tafsir VII, HMPS IAT Soroti Kesadaran Ekoteologi


(Poto Bersama Pemateri dan Peserta dalam acara gebyar tafsir yang diselenggarakan oleh HMP IAT (UIN) Saizu Purwokerto. Sumber: LPM Obsesi)

Purwokerto - Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (HMPS IAT) menggelar Seminar Nasional Gebyar Tafsir VII di Auditorium Universitas Islam Negeri Prof. K.H Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Selasa (06/10/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Dari Wahyu ke Praksis Pergerakan: Rekonstruksi Nalar Kritis Ekoteologi Menuju Kedaulatan Ekologis Bangsa dalam Perspektif Tafsir Al-Qur’an.”

Seminar Nasional tersebut merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Gebyar Tafsir yang diselenggarakan HMPS IAT. Sebelumnya, rangkaian kegiatan diisi dengan perlombaan Karya Tulis Ilmiah (KTI), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), dan Dai yang dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh pelajar maupun mahasiswa se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pelaksanaan seminar diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Saizu. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua pantia, Ketua HMPS IAT, dan perwakilan fakultas sebelum memasuki sesi utama seminar.

Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. Islah Gusmian, S.Ag., M.Ag., selaku Guru Besar sekaligus Pakar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta Dr. Akhmad Sulaiman, selaku Dosen UIN Saizu Purwokerto. Setelahnya kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada para finalis dari ketiga mata lomba yang sudah bergulir sebelumnya pada perhelatan Gebyar Tafsir HMPS IAT yang ke tujuh.

Ketua HMPS IAT, Kaysan Aldebaran, mengatakan pemilihan ekoteologi sebagai tema seminar tidak terlepas dari kondisi lingkungan di Indonesia. Menurutnya, tema tersebut diangkat sebagai bentuk penyadaran kepada mahasiswa dan manusia secara umum mengenai pentingnya menjaga alam.

“Makanya kita mengangkat ekoteologi sebagai tema utama pada seminar kali ini sebagai bentuk penyadaran kepada seluruh mahasiswa, manusia untuk tetap menjaga alam,” ujarnya.

Kaysan menyebut persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Juni, sebelum memasuki tahap eksekusi pada bulan September. Persiapan tersebut meliputi perekrutan panitia, penyusunan konsep kegiatan, serta strategi untuk memasarkan seminar dan perlombaan.

Ia juga berharap mahasiswa mulai menerapkan kepedulian terhadap lingkungan melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Kaysan, kesadaran tersebut dapat dimulai dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memahami bahwa tanggung jawab menjaga alam berlaku bagi seluruh manusia.

(Pemateri Gebyar Tafsir Sedang memaparkan materi kepada para peserta. Sumber: LPM Obsesi)

Salah satu peserta, Muhibullah Irfan, mahasiswa semester tiga Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, mengaku seminar tersebut memberikan kesan yang mendalam. Ia menilai pembahasan yang diterima tidak hanya berkaitan dengan ekoteologi, tetapi juga bagaimana cara merawatnya.

“Di seminar ini tidak hanya membahas tentang ekoteologi, tetapi juga bagaimana kita merawatnya,” ujar Muhibullah.

Muhibullah mengatakan ketertarikannya mengikuti seminar muncul karena dirinya masih membutuhkan pengetahuan, termasuk mengenai ekoteologi. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan, salah satunya yakni kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Muhibullah menilai rangkaian Gebyar Tafsir VII berlangsung menarik karena seminar menjadi puncak setelah sebelumnya terdapat berbagai perlombaan. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial, tetapi dapat dilanjutkan dengan tindakan nyata oleh peserta, panitia, maupun masyarakat.

“Saya harap acara ini tidak hanya seremonial, tapi juga ada aksi nyatanya dari peserta bagi yang mendengarkan, bagi yang mengikuti, panitia, bahkan seluruh warga Indonesia bisa menerapkan apa yang sudah didapat dari seminar ini,” katanya.

Ke depan, Kaysan berharap Gebyar Tafsir dapat diselenggarakan dengan lebih meriah dan memberikan dampak yang lebih luas bagi mahasiswa. Ia juga berharap kegiatan mendatang dapat menghadirkan tokoh-tokoh penting serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi peserta.

Penulis: Laesya Ziqni

Reporter: Faidzatun Nadhifah

Dokumentasi: Salma Nur Azizah

Editor: Novandi Ali Akbar, Muhamad Saepul Saputra

Posting Komentar

0 Komentar