Purwokerto - Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto sukses menggelar babak final perlombaan film pendek dalam ajang Pekan Seni Olahraga Mahasiswa (Pesoma) III, Rabu, (10/06/2026). Rangkaian kegiatan ini diawali dengan tahap sosialisasi pada 15-19 April 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan masa pendaftaran peserta pada 20-27 April 2026.
Setelah melewati tahapan tersebut, panitia mengumumkan daftar peserta pada 29 April 2026 dan menggelar Technical Meeting pada 5 Mei 2026. Salah satu mata lomba yakni kompetisi film, peserta diberikan waktu untuk melakukan pengumpulan karya mereka sepanjang periode 5 hingga 18 Mei 2026.
“Informasinya itu sekitar ada 16 tim yang mendaftarkan dan kita saring untuk menjadi 5 yang terbaik. Dan hari ini mereka menampilkan secara langsung di depan dewan juri sekaligus presentasi. Presentasi dan tanya jawab juga terkait dengan film yang mereka buat,” ujar Agnesta selaku PIC lomba.
Pengumuman finalis yang lolos seleksi daring oleh dewan juri dilakukan pada 26 Mei 2026 untuk memilih lima besar karya terbaik. Babak final itu sendiri diselenggarakan secara langsung pada 10 Juni 2026 dengan mempertemukan genre film fiksi dan dokumenter tanpa pemisahan kategori.
Kategori film pendek ini menjadi salah satu dari 15 cabang lomba yang diselenggarakan dalam perhelatan Pesoma III UIN Saizu Purwokerto tahun ini. Selain film pendek, ajang ini juga memayungi kompetisi lain seperti Karya Ilmiah Sains dan Teknologi, Karya Ilmiah Sosial Keagamaan, Karya Inovasi Media Pembelajaran, Poster, Qiroatul Kutub, Karya Inovasi Berbasis Al-Qur’an, Story Telling, Da’i-Da’iyah, Pop Solo Islami, Tilawah (MTQ), Tahfidz (MHQ), Puisi, Kaligrafi, hingga e-sport Mobile Legend Bang Bang.
“Jadi untuk kategori lomba film pendek ini ada dua jenis, yang pertama yang fiksi, yang kedua dokumenter. Dan itu tidak kita bikin per genre, jadi langsung digabung aja jadi satu oleh dewan juri,” kata Agnesta
Salah satu kelompok yang berhasil menembus babak lima besar adalah Aletheia Team yang dipimpin oleh Adi Syarof Kafabihi. Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara semester empat tersebut mengaku sangat bangga atas pencapaian kelompoknya hingga tahap ini.
Perjalanan Aletheia Team menuju final dilalui dengan proses produksi intensif selama kurang lebih dua minggu di Kota Lama Banyumas. Mereka memanfaatkan momentum festival tari setempat serta melakukan wawancara mendalam di Rumah Lengger untuk memperkuat isi video.
“Sangat senang pastinya sejauh ini masuk top five, tapi senangnya belum cukup karena kita belum masuk ke ranah menjadi juara dan itu juga harapan bagi tim kita,” ungkap Adi Syarof Kafabihi yang akrab disapa Kafa.
Setelah babak final usai, agenda berikutnya adalah pelaksanaan Yudisium Pemenang yang dijadwalkan pada tanggal 18 Juni 2026. Seluruh rangkaian kompetisi ini akan resmi berakhir pada saat Pengumuman Pemenang dan Penghargaan pada 30 Juni 2026.
Pihak universitas menegaskan bahwa para juara nantinya tidak hanya berhenti sampai pada pencapaian di tingkat universitas saja. Kampus berkomitmen memberikan pendampingan intensif agar para pemenang siap dikirim sebagai delegasi ke ajang nasional seperti Jawara dan Seiba.
“Karena memang tujuan atau niat dari kegiatan Pesoma ini adalah menyiapkan talenta-talenta dari UIN Saizu yang layak untuk menjadi delegasi ke ajang nasional maupun internasional,” pungkas Agnesta
Penulis: Muhamad Saepul Saputra
Reporter: Maya Saskiana, Dimas Al Ghifari
Editor: Muhamad Saepul Saputra


0 Komentar