Ticker

6/recent/ticker-posts

Cerita Dibalik Wisuda Ke-70: Wisudawan UIN Saizu Buktikan Integritas dan Organisasi Dapat Berjalan Beriringan


(Jajaran akademisi UIN Saizu Purwokerto pimpin Sidang Senat Terbuka Wisuda ke- 70 di Gedung Auditorium kampus, Selasa (31/03/2026). dok: LPM Obsesi)

Purwokerto — Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto (UIN Saizu) menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka wisuda Angkatan ke-70 yang berlokasi di Auditorium UIN Saizu Purwokerto, Selasa (31/03/2026). Kegiatan wisuda diikuti dengan tertib oleh para peserta dan tamu undangan walaupun cuaca cukup terik. Selain diikuti oleh para wisudawan dari program Doktoral, Magister, dan Sarjana, kegiatan tersebut juga diikuti oleh para keluarga wisudawan.

Sejumlah mahasiswa berhasil menyelesaikan studi dalam kurun waktu 3,5 tahun. Capaian ini menunjukkan bahwa lulus lebih awal bukanlah hal yang sulit diraih meskipun mahasiswa memiliki kesibukan di organisasi maupun kegiatan lainnya. Senat UIN Saizu Purwokerto Abdul Wachid B.S memberikan tanggapannya mengenai berlangsungnya wisuda yang ke 70 tersebut, terutama mengenai mahasiswa yang berhasil lulus dalam waktu 3,5 tahun.

Senat UIN Saizu menjelaskan bahwa secara perhitungan kuantitatif, lulus dalam tujuh semester adalah hal yang normal bagi mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan teratur. Ia memaparkan bahwa dengan pengambilan beban studi maksimal sejak semester tiga, mahasiswa dapat mengumpulkan SKS yang melampaui batas minimal kelulusan. “Sebetulnya kalau normal saja, kuliah normal, belajar normal, mengikuti mata kuliah, pembelajaran normal, itu insya Allah bisa 3,5 tahun,” ucap Wachid.

Para wisudawan memiliki berbagai alasan untuk lulus cepat waktu. Pertama, agar dapat mengurangi beban orang tua perihal pembayaran akademik. Kedua, memiliki pemikiran yang lebih matang untuk memutuskan apakah akan lanjut ke dunia profesional atau melanjutkan ke jenjang Pendidikan berikutnya.

Muhammad Umar Ibn Malik salah satu mahasiswa yang berhasil lulus dengan waktu 3,5 tahun memberikan beberapa kiatnya suksesnya. “Sebenarnya ada teknik manajemennya ya kalau kita ngomongin hal-hal yang berkaitan dengan manajerial waktu sebenarnya ada teknik delegasi gitu, ada sebuah teknik manajerial yaitu delegasi dimana ketika misalkan kita dibutuhkan banget kita melakukannya tapi ketika kita hanya dibutuhkan sekitar 50% dari kita kita delegasikan orang lain yang bisa mewakili kita,” ucapnya.

Salah satu wisudawan, Wahyu Awal Saputra, membagikan pengalamannya mencapai target lulus 3,5 tahun di tengah distraksi organisasi. Ia menjelaskan bahwa motivasi utamanya adalah untuk mengurangi beban biaya orang tua serta agar memiliki rencana masa depan yang lebih matang.


(Suasana Khidmat para Wisudawan dan Wisudawati tampak bahagia mengikuti prosesi kelulusan di Gedung Auditorium Kampus UIN Saizu Purwokerto. dok: LPM Obsesi)

Wahyu menerapkan strategi penyusunan proposal dan ujian komprehensif sejak semester enam agar semester tujuh dapat fokus sepenuhnya pada ujian munaqosah. Terkait manajemen waktu, ia menerapkan pola pembagian jadwal yang disiplin. "Siangnya kita ngurus skripsi, nanti malamnya ngurus organisasi. Begitu juga saat akhir pekan digunakan untuk organisasi dan hari kerja digunakan untuk mengerjakan skripsi," jelas Wahyu.

Ia juga memberikan sudut pandang baru mengenai organisasi yang selama ini dipandang buruk dalam perkuliahan. Menurutnya organisasi di kampus dapat memberi dampak positif dalam kelulusan perkuliahan. “Yang pasti organisasi bisa menjadi salah satu motivasi ya, karena bagaimanapun juga orang-orang di organisasi pastinya bisa saling support ketika memang kalian tidak punya circle,” sambung Wahyu.

Senada dengan hal tersebut, Muhammad Umar Ibn Malik, mahasiswa angkatan 2022, menyatakan bahwa organisasi seharusnya dipandang sebagai aspek sekunder yang menunjang akademik sebagai prioritas utama. Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi justru menjadi simulasi untuk mempraktikkan teori yang dipelajari di kelas.

Umar mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya adalah menetapkan target progres tahunan sejak semester awal. Ia berpendapat bahwa mahasiswa harus memiliki integritas akademik dan tanggung jawab pribadi terhadap perkuliahannya.

"Visi mahasiswa mungkin terkait karier, tetapi tanggung jawab yang lebih besar adalah sebagai orang yang berkecimpung di dunia akademik untuk memberikan kontribusi dan memecahkan masalah di masyarakat," pungkas Umar.

Selain aspek manajerial, Wachid memberikan kiat suksesnya juga berasal dari niat baik dan do’aorang tua. “Anak baik ya apa-apa minta do’a restu (dari) orang tua. Anak baik, mahasiswa baik ya berarti niat baik kuliah itu memang niat kuliah. Bukan hanya untuk niat lulus, cari nilai. Niat kuliah, niat belajar mencari ilmu, Insya Allah dapat ilmu,” terangnya.

Penulis: Muhammad Zubair

Reporter: Alwa Shofwah, Alifia Syifaunnabila

Editor: Novandi Ali Akbar, Muhamad Saepul Saputra


Posting Komentar

0 Komentar