.jpeg)
(Suasana prosesi wisuda terlihat dari belakang dengan para wisudawan menghadap panggung utama tempat acara berlangsung. Dok LPM Obsesi)
Purwokerto — Sebanyak 699 lulusan jenjang Sarjana (S1) resmi dilantik pada
hari kedua pelaksanaan Wisuda ke-73 Universitas Islam Negeri Prof. K.H.
Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Wisuda tersebut dilaksanakan di
Auditorium dan halaman depan rektorat kampus satu, Rabu, (02/09/2026).
Prosesi yang dimulai sedari pukul
07.30 WIB tersebut berlangsung tertib hingga akhir acara. Ratusan wisudawan
tampak memadati gedung auditorium, mengikuti rangkaian acara \hingga momen
pemanggilan nama satu per satu ke atas panggung.
Dengan hadirnya ratusan sarjana baru
UIN Saizu, bertambah juga populasi pencari kerja di Indonesia. Menanggapi
ketatnya persaingan tersebut, wisudawan mulai menyusun berbagai strategi untuk
membekali diri.
Salah satu wisudawan dari Fakultas
Syariah Prodi Perbandingan Mazhab, Wahyu Aji Nugroho, mengungkapkan bahwa
dirinya telah merancang persiapan karier. Ia menuturkan bahwa sejak awal masuk
bangku kuliah, Wahyu sudah memperkuat sertifikasi profesi di luar akademik.
"Karena saya dari hukum, saya
bisa mengambil sertifikasi dari Lembaga Bantuan Hukum untuk profesi advokat
nantinya. Pondasi berproses itu harus dari awal perkuliahan agar akademik dan
non-akademik semakin kuat," ujar Wahyu.
Sejalan dengan Wahyu, wisudawan
terbaik Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Bilqis Salma,
menilai bahwa kunci menghadapi persaingan dunia kerja saat ini adalah
keberanian mencari pengalaman dan terus berusaha. Ia juga menambahkan bahwa
perlunya mencari pengalaman melalui program magang atau bekerja.
![]() |
| (Para wisudawan tampak berpose ceria mengenakan toga dan selempang hijau setelah mengikuti prosesi wisuda. Dok LPM Obsesi) |
"Cari tempat daftar-daftar
gitu, coba saja terus, siapa tahu nanti beruntung dari situ. Kalau misalkan
belum beruntung, ya berarti harus coba-coba terus," tutur Bilqis.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan
Karier UIN Saizu, Aris Nurrahman, membeberkan bahwa kampus memiliki peta
penyerapan alumni kampus berdasarkan data penelusuran mahasiswa. Tingkat
penyerapan alumni saat ini berada diangka 65 persen bekerja di
perusahaan/instansi, lima persen melanjutkan studi, dan tiga persen
berwirausaha.
Secara rinci penyerapan tertinggi
didominasi oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), sedangkan
penyerapan terendah tercatat dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora
(FUAH). Aris juga mengungkapkan, salah satu kendala utama alumni yakni gagap
menghadapi seleksi kerja (CPNS, BUMN, perusahaan swasta) dikarenakan minimnya
kompetensi tambahan di luar materi perkuliahan.
"Kalau tidak ditambahkan dengan
kompetensi di luar bangku kuliah, mereka akan gagap ketika ikut kompetisi
pendaftaran kerja. Kami fasilitasi materi itu, tapi ternyata respon dan
partisipasi mahasiswa masih belum maksimal," jelas Aris.
Ia menambahkan, pihak UPT telah
merancang pembekalan karier sedari awal perkuliahan melalui pemetaan tes bakat,
puluhan workshop persiapan kerja, program prakerja, hingga pelatihan magang
industri. Namun, pendaftar program pelatihan gratis sering kali hanya berkisar
puluhan hingga ratusan orang dari total belasan ribu mahasiswa aktif.
Sebagai langkah alternatif menyikapi
krisis penyerapan kerja dalam negeri, UPT Karier UIN Saizu kini juga mulai
menggencarkan diklat persiapan kerja ke luar negeri, khususnya ke Jepang untuk
jenjang sarjana. Aris menegaskan, upaya mendorong lulusan agar cepat terserap
dunia kerja tidak bisa hanya mengandalkan UPT semata tapi juga membutuhkan
kesadaran mandiri dari para mahasiswa.
Penulis: Hestin Nuuchanasah
Reporter: Ahmad Zubair, Novandi Ali
Akbar, Maizul Haq, Dimas Al Ghifari
Editor:Novandi Ali Akbar, Alwa
Shofwah

0 Komentar