Ticker

6/recent/ticker-posts

Perdana, Aliansi HMPS Fakultas Syariah Gelar Aksi “September Hitam" Mengenang Pelanggaran HAM


(Puluhan audiens yang hadir pada aksi kolektif Himpunan Mahasiswa se-Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri, Senin, (22/09/2026). Dok LPM Obsesi)

Purwokerto — Aliansi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar aksi kolektif bertajuk “Nobar dan Diskusi Film Dokumenter: Makin Ditekan Makin Melawan” pada Senin (21/09/2026). Aksi ini berlangsung di pelataran Gedung Student Center (GSC) UIN Saizu, dan dihadiri oleh puluhan audiens dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa Fakultas Syariah, hingga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan organisasi aktivisme lainnya.

Tercatat agenda pada aksi kali ini mulai dari lapak maca, penampilan dan mimbar bebas, pemutaran dan bedah film berjudul “Tapol”, Musikal, serta Penaburan bunga. Aksi ini kemudian ditutup dengan renungan berupa penyalaan lilin sebagai pengingat atas berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Zaki, perwakilan panitia dari HMPS Hukum Keluarga (HK) berharap agar kegiatan ini bisa memberikan dampak kesadaran bagi seluruh audiens. Ia menambahkan bahwa kita perlu mengenang berbagai kekerasan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum kepada para aktivis di masa lalu yang hak nya masih harus terus diperjuangkan.  

“Harapan kami ketika adanya kegiatan seperti ini, pesan kepada teman-teman dapat sadar bahwa kita di sini itu masih ada beberapa kekerasan oleh aparat penegak hukum kepada beberapa teman-teman yang itu memang hak-haknya kita harus bela,” terang Zaki.

Zaki juga berujar bahwa tujuannya diadakan kegiatan kolaboratif antar-prodi ini yakni untuk mengedukasi mahasiswa, khususnya mahasiswa baru (maba) agar lebih sadar terhadap berbagai kasus kekerasan oleh aparat penegak hukum. Ia juga ingin memperkenalkan kepada mahasiswa baru tentang bulan September hitam.

(Coretan pada Banner berisi kalimat: September Masih Hitam, sebagai sebuah simbol pengingat kepada para audiens yang hadir pada gelaran aksi tersebut. Dok LPM Obsesi)

“Kami juga mengundang maba, dari Fakultas Syariah dan beberapa juga dari Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, banyak yang emang notabene belum mengenal tentang adanya September Hitam,” ujarnya.

Aprilda Dwi Anggraini dari semester 5 program studi Perbankan Syariah menilai bahwa adanya forum ini sebagai bentuk pengingat terhadap apa yang terjadi di Indonesia pada masa lalu. Menurutnya aksi ini juga dapat dijadikan evaluasi berharga bagi pergerakan mahasiswa di masa depan.

“Ya, kalau menurut aku sendiri sih, dengan adanya forum-forum seperti ini, bisa mengingatkan kita kepada apa yang sudah terjadi dahulu kala di Indonesia. Biar ke depannya Indonesia bisa berevaluasi, maksudnya meninjau masa lalu agar menjadi pelajaran untuk ke depannya,” ujar April.

April juga menambahkan baginya pemakaian pakaian serba hitam yakni sebagai simbol masa lalu atau ingatan masyarakat yang kelam terhadap tragedi-tragedi di bulan September. Selain pakaian hitam, penggunaan lilin dalam kegiatan tersebut bermakna sebagai simbol perenungan sekaligus mencerminkan petunjuk bagi mahasiswa untuk melangkah.

“Ya untuk maknanya sendiri, hitam itu kan kayak kelam seperti itu. Jadi agenda kita kan September Hitam,” pungkasnya.

Penulis: Salma Nur Azizah

Reporter: Dina Almas Aulia, Andhini Putri Romadhoni

Editor: Novandi Ali Akbar, Alwa Shofwah

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Posting Komentar

0 Komentar